Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 4 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 5 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Ngomongin tempat nongkrong di Bogor tidaklah susah. Apalagi kalo hanya sekedar buat kumpul-kumpul bareng temen atau cari angin. Salah satu tempat nongkrong anak muda Bogor “ Orchard Walk Mall “ diBogor Nirwana Residence (BNR) yang merupakan new icon yang menjadi pusat entertainment dan lifestyle-nya kawula muda Bogor. Selain itu juga, Orchard walk mall memiliki kelebihan karena dilengkapi dengan “Open Space“ area yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan.
Di depan bangunan ini terdapat lahan lebar yang diperuntukan bagi para pejalan kaki. Biasanya jalanan ini digunakan untuk ajang kumpul bersama teman-teman, apalagi kalo malem minggu wuawww…. Rame banget, soalnya hampir semua anak muda bogor tumpah ruah disana. Di tempat ini juga terdapat kelebihan lain karena di tempat ini terdapat deretan tempat duduk yang bisa digunakan untuk ngobrol-ngobrol, bersantai sambil makan dan minum. Lokasi yang ramah lingkungan dan eksklusif ini membuat tempat ini padat dikunjungi.
Selain itu juga ada beberapa tempat lain juga yang jadi andalan diantaranya “Coffee Shop” yang merupakan tempat dimana orang-orang bisa bersantai, bercengkerama dengan teman-teman. Coffee Shop merupakan tempat yang asyik juga buat ajang curhat, foto-foto, atau sekedar tempat untuk menikmati kopi. Lokasinya pun sangat mudah dijumpai, kita hanya perlu mengikuti jalan utama komplek, sebelum pintu masuk “ The Jungle” lebih tepatnya di depan area ruko jajanan (food court). Coffee Stop berada di samping kiri jalan. Tempatnya juga tergolong unik dengan kursi-kursi kecil yang lucu.
Biasanya Pengunjung memadati kawasan ini pada malam minggu, ataupun weekend dan menghabiskan waktu hanya untuk sekedar kumpul-kumpul sambil ngeceng bareng Teman. Tempat ini tidak diperuntukkan hanya untuk muda-mudi bogor saja, tapi mereka bisa datang ketempat ini beserta seluruh anggota keluarga mereka, karena fasilitas yang tersedia pun memungkinkan kita untuk kumpul beserta keluarga kita.
Biasanya Setiap malam minggu pihak BNR selalu mengadakan event-event menarik seperti live musik yang diisi oleh band-band lokal bogor, atraksi-atraksi menarik unutuk meramaikan suasana dan menghibur pengunjung. Keamanannya pun cukup terjamin karena kawasan BNR bukan kawasan bebas dan mempunyai aturan-aturan bagi pengunjungnya, Seperti melarang keras pengunjung yang bermotor untuk kebut-kebutan. Dengan Jumlah personil keamanan kurang lebih 20 orang dan penyeleksian aparat keamanan yang ketat, cukup untuk memantau situasi lokasi tongkrongan anak muda. Area parkirnya pun cukup rapi dan teratur terletak di belakang ruko, sehingga tidak mengganggu area pejalan kaki.
Tempatnya yang tergolong eksklusif dan keren menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Tak heran Jika BNR menjadi salah satu tempat yang paling rame dan jadi tempat nongkrong favorit anak gaul Bogor.
■ Noermalita
“Saya baru 2 minggu ditempat ini diantar oleh saudara dari darmaga”, tutur M.Rizki, siswa kelas VI. Dikutip dari kisah perjuangan dalam usaha peduli terhadap sesama. Bogor – Panti Asuhan Raksa Putra adalah satu dari sekian banyak panti asuhan yang ada. Panti ini dibangun pada tahun 1953 atas prakarsa istri Soekarno (Hartini) dan dibangun oleh GOW (Gabungan Organisasi Wanita) kota Bogor. Secara garis besar panti Asuhan ini sama saja seperti Panti Asuhan lainnya dengan peraturan-peraturan yang ada tanpa mengesampingkan pendidikan, kesehatan dan hiburan bagi mereka.
“Mereka tetap mendapatkan pendidikan disekolah formal, dan juga mendapatkan bantuan pendidikan berupa les dari beberapa sukarelawan, juga liburan kedufan walau setahun sekali” tutur Bapak M.Yusuf selaku pengurus panti. Sebelum diterima sebagai anak asuh, merekapun diharuskan memenuhi persyaratan yang diajukan oleh pihak panti, seperti tidak terlibat dalam penggunaan dan pengedaran Narkotika dan Obat-obatan Terlarang, tidak merokok dan mengkonsumsi minuman keras. Jam malam yang diberlakukan hingga puluk 10 malam pun turut menjadi kunci jitu panti ini dalam mencegah segala bentuk kegiatan negatif yang dapat merusak para anak asuhnya. Hal ini ditujukan agar para anak asuh menjadi insan yang selalu positif dalam perbuatan dan ucapan serta membanggakan dan mampu menjadi contoh untuk anak asuh lainnya dan orang-orang sekitar mereka.
“Biasanya mereka datang sendiri atau diantar oleh sanak saudara mereka, tapi ada beberapa anak asuh yang dating langsung dari Jambi”, ucap pria yang baru 5 tahun mengabdi dipanti ini. Panti Asuhan ini hanya bertugas mengasuh dan mendidik anak usia kelas 4 sekolah dasar hingga lulus SMA, setelah lulus mereka dikembalikan kepada orang atau sanak saudara yang membawa mereka. “Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada anak asuh yang berprestasi mereka akan tetap disekolahkan ke perguruan negeri oleh para donator yang ada dipanti ini”, ujarnya. Panti ini memberi kebebasan kepada seluruh anak asuhnya untuk bersosialisasi agar apabila dikemudian hari mereka diharuskan meninggalkan panti ini, mereka tetap bisa menjalin hubungan yang baik dengan banyak orang. Selain kebebasan dalam bersosialisasi, pengurus panti memberi kelonggaran bagi seluruh anak panti yang ingin berkunjung kerumah sanak saudara mereka ketika hari besar keagamaan ataupun hari besar lainnya. “Saya baru 2 minggu ditempat ini diantar oleh saudara dari darmaga”, tutur M.Rizki, siswa kelas VI. Rizki – begitu sapaan akrabnya – merasakan suasana hangatpun dapat terjalin layaknya sebuah keluarga dalam panti ini. “Saya mendidik mereka seperti anak sendiri, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Besarnya kasih sayang yang diberikanpun sama”, ujarnya. Kegiatan demi kegiatan yang dilaksanakan ditempat ini bertujuan agar mereka lebih mandiri dan mampu mempertanggungjawabkan segala tindakannya apabila melakukan kesalahan.
“Sanksinya berupa dikeluarkan apabila melakukan kesalahn berturut-turut 4 X”, ujar pria yang dikenal baik oleh para anak asuhnya ini. Selain mendapatkan pendidikan formal disekolah negeri dan swasta, anak asuh inipun mendapatkan berbagai kegiatan belajar berupa les dan pengajian dipanti maupun dimasjid sekitar kawasan panti tersebut. “Kegiatan program belajar dari beberapa mahasiswa sukarelawan dari IPB yang mengajar matematika, bahasa Inggris dan sebagainya” tuturnya. Terlebih ketika bulan puasa menjelang, kegiatan yang dilakukan semakin bertambah karena kunjungan para dermawan yang ingin berbagi kasih dan rezeki dengan anak panti disini. Tidak banyak orang yang dapat dipercaya untuk mengasuh dan mendidik anak-anak ini dengan ikhlas tanpa imbalan berupa royalty. Namun, Bapak Yusuf ini benar-benar mampu menjadi teladan bagi sesamanya yang memang ingin berbagi dengan anak-anak asuh ini. “Namanya manusia, kita harus memiliki rasa Solidaritas sesame manusia dan melaksanakannya karena ALLAH Ta’ala”, ujarnya. ■Intana
Himpunan mahasiswa Sastra Bahasa Jepang Universitas Pakuan Bogor menggelar suatu event besar bertema Kebudayaan Jepang dengan nama “Gion Matsuri” yang mampu meredam kerinduan para pengemar kebudayaan Negara yang terkenal dengan bunga sakuranya ini. Acara yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 11-12 juli 2009 bertempat di lapangan Fakultas Sastra Universitas Pakuan Bogor menjadi salah satu acara yang dikunjungi oleh masyarakat diBogor . Menelisik lebih jauh, Gion Matsuri itu sendiri lebih dikenal dengan pesta rakyat atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa bersejarah
Gion Matsuri (Festival Jepang) merupakan festival tahunan yang diadakan di Jepang, setiap bulan Juli dari tanggal 1-31 Juli. Awalnya, festival ini diadakan pada tahun 869 Masehi sebagai upacara ritual untuk menghentikan wabah penyakit mematikan dikota Kyoto. Namun sejak tahun 970 Masehi festival ini berubah menjadi acara tahunan. Nama Gion Sendiri diambil dari kuil Yakasa, tempat diadakannya festival ini, dimana kuil Yakasa dulunya bernama kuil Gion. (wikipedia).
Menurut Andria, salah satu Panitia Acara Gion Matsuri 2009 Menyatakan bahwa Festival ini merupakan suatu sarana untuk memperkenalkan sebuah festival Kebudayaan Jepang yang sesungguhnya. Dan sebagai penyalur minat para Pecinta Jepang, sehingga masyarakat dapat mengetahui serta menyerap kebudayaan Jepang yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu juga sebagai sarana untuk mengenalkan berbagai fashion yang sedang trend di Jepang. Acara ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi seluruh komunitas pecinta kebudayaan Jepang.
Dalam Acara Festival ini, Panitia mempersembahkan berbagai acara diantaranya pengenalan tentang Budaya Jepang, Pengenalan huruf dan kaligrafi Jepang, Pengenalan alat musik tradisional Jepang, pengenalan beladiri Jepang, Lomba Parade Band, Costplay, Debat menggunakan bahasa Jepang, bon odori (tarian tradisional) serta pameran Manga. Disana juga terdapat stand-stand bazar, seperti bazar makanan khas Jepang, aksesoris dan barang. Dan dimeriahkan aksi panggung band local Bandung senagai Guest Star yang membawakan lagu-lagu Jepang, yaitu Jaiko. ■ Noermalita